Tiga kata yang kadang terlupakan
10 April 2009
Orang saleh, berakhlak karimah, dan orang bertaqwa adalah hanya berbeda dalam kata. Tetapi hakekatnya maknanya sama bahwa mereka adalah hamba Alloh yang baik.
Tiga karakteristik hamba yang baik itu adalah:
1) Ia sangat cinta kepada Alloh.
“...adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah...” (QS 2:165) dan itu dibuktikan dengan semangat ketaatan yang luar biasa pada sang Khalik serta ikhlas berjuang dijalan-Nya bahkan berkorban demi Kekasih-Nya. Jika seorang hamba melakukan karakteristik pertama ini, sungguh indah apa yang ia wakafkan tidak hanya hartanya, tetapi jiwa raganya pun ia wakafkan untuk mencuri hati Kekasih-Nya.
“Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS 2:207).
Ia bukan hanya penggemar melainkan penikmat tahajud. Yang pasti kita gampang menjumpai hamba yang sholeh ini karena setiap sholat fardu dilakukan terutama subuh ia “gantung hatinya” di masjid. Ia pun “penjaga wudhu” yang apik dan setia. Karena itulah ia disayang oleh Alloh SWT.
2) Hamba ini memiliki satu kesenangan unik: selalu gemar berbuat baik. Ia hanya bahagia bila sudah berbuat baik. Itulah cinta sejati the true love is pleasure of giving. Sifat dominan ilahiyah Ar-Rohman dan Ar-Rohim ada pada dirinya. Misi hidupnya jelas hanya “sharing” berkah. Setelah menerima lalu ia akan mengasih, demikian seterusnya. Itulah makna “terima kasih”.
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” (Ad-Dhuha:11).
Dia akan selalu sukses di dunia dan di akherat karena sudah memiliki “kunci sukses” yaitu “belas kasih”.
“Sungguh Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu menolong hamba yang lain” demikian sabda Rasululloh SAW.
3) Dia sangat sibuk memperbaiki dirinya.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al-Hasyr:18).
Ia sama sekali tidak tertarik mencari kekurangan apalagi aib orang lain.
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujurat:12).
Istighfar adalah amalannya, hatinya sangat halus, firasatnya sangat tajam, insting rahmatnya kuat, dan air matanya pun gampang menetes.
“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu”. (QS Al-Ira:109).
Rasululloh SAW bersabda: “Tidklah aku bangun dari tempat dudukku kecuali aku beristighfar 70 sampai dengan 100 kali”.
Subhanalloh, ternyata orang yang sangat mencintai Alloh itu sesungguhnya merasakan nikmat dalam “ketaatan”. Ia gemar berbuat baik dan ia pun asyik memperbaiki dirinya sendiri.
Alhamdulillah ikhwafillah....
Sumber: ustadz H.M. Arifin Ilham
====
Mengapa Bencana Terus Terjadi?
Bencana terjadi dimana-mana dan berulang. Kita jangan saling menyalahkan alam, pemerintah atau siapapun tapi koreksilah diri kita sendiri. Ini semua terjadi akibat manusia melalaikan aturan Alloh sehingga banyak terjadi bencana. Kita mesti banyak belajar dari kisah-kisah dalam Al Qur’an seperti kaum Saba, kaum A’ad, Tsamud dll.
Penyebabnya adanya bencana antara lain:
1. Banyak manusia mengenal haq Alloh tapi ....
tidak mau melaksanakannya QS 107 contohnya berapa rupiah untuk nyumbang masjid, panti asuhan? Berapa dana untuk kampanye caleg?
2. Senang membaca Al Qur’an tapi ....
tidak diamalkan hanya untuk lomba saja. Padahal suara wanita adalah aurat.
3. Mengaku cinta Rosul tapi ...
mengabaikan sunah & akhlaq Rosul. Bangsa Indonesia hanya bisa mewarisi sifat Rosul yang fathonah & tablig sementara sifat shidiq dan amanah? Kita lihat fenomena korupsi masih merajalela di negeri ini.
4. Ingin masuk syurga tapi ...
tidak punya misi hidupny untuk bekal hidup di akherat karena orientasinya dunia (program syurga dunia tidak punya visi akherat)
5. Takut siksa neraka tapi ...
tidak pernah mengindahkan ancaman neraka. Menghalalkan segala cara, tidak memikirkan halal atau haram yang penting ada kesempatan (merupakan salah satu program syetan).
6. Tau syetan itu musuh manusia tapi ...
justru dijadikan teman contohnya senang berbuat kemusyrikan misalnya ramalan Ketik REG ...
7. Senang membicarakan aib orang lain tapi ...
tidak pernah mengoreksi kesalahan sendiri (introspeksi/muhasabah) contohnya sesama partai saling menjelekan.
8. Gemar melakukan perbuatan dosa
9. Banyak manusia menghitung-hitung kebaikan padahal amal belum tentu diterima? Sholatnya belum tentu membawa ke syurga?
Sikap kita adalah:
Segera taubat nasuha
Segera kembali kepada Alloh karena adzab Allah datangnya tiba-tiba.
Meninggalkan perbuatan dosa dan orang-orang yang melakukan perbuatan dosa.
Hijrah yaitu meninggalkan larangan-larangan Alloh.