Pikirkan dan Syukurilah!
30 September 2009====
Artinya, ingatlah setiap nikmat yang Allah
anugerahkan kepada Anda. Karena Dia telah
melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke
bawah kedua telapak kaki.
{Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu
tidak akan sanggup menghitungnya.}
(QS. Ibrahim: 34)
Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan,
udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita.
Namun begitulah, Anda memiliki dunia, tetapi tidak
pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan,
tetapi tak pernah mengetahuinya.
{Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir
dan batin.}
(QS. Luqmn: 20)
Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua
tangan dan dua kaki.
{Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu
dustakan? }
(QS. Ar-Rahmn: 13)
Apakah Anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua
kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali
menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus
tiada henti? Apakah Anda mengira bahwa berdiri
tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah,
sedang keduanya bias saja tidak kuat dan suatu
ketika patah?
Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala
tertidur lelap, ketika sanak saudara di sekitar
Anda masih banyak yang tidak bias tidur karena
sakit yang mengganggunya? Pernakah Anda merasa
nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan
minuman dingin saat masih banyak orang di sektiar
Anda yang tidak bias makan dan minum karena sakit?
Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran,
yang dengannya Allah menjauhkan Anda dari
ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata
Anda yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Anda
yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan
renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak Anda yang
selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang
menghinakan.
Adakah Anda ingin menukar mata Anda dengan emas
sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran Anda
seharga perak satu bukit? Apakah Anda mau membeli
istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah
Anda, hingga Anda bisu? Maukah Anda menukar kedua
tangan Anda dengan untaian mutiara, sementara
tangan Anda buntung?
Begitulah, sebenarnya Anda berada dalam kenikmatan
tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi Anda
tidak menyadarinya. Anda tetap merasa resah,
suntuk, sedih, dan gelisah, meskipun Anda masih
mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar
untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur
pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat.
Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada,
sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada.
Jiwa Anda masih terguncang hanya karena kerugian
materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya Anda
masih memegang kunci kebahagiaan, karunia,
kenikmatan, dan lain sebagainya. Maka pikirkan
semua itu, dan kemudian syukurilah!
{Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak
memperhatikan. }
(QS. Adz-Dzriyt: 21)
Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri,
keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan, dan apa
saja yang tersedia di sekeliling Anda. Dan
janganlah termasuk golongan di bawah ini.
{Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudia mereka
mengingkarinya. }
(QS. An-Nahl: 83)
Dikutip dari Buku :
La Tahzan!
Jangan Bersedih !
DR. Aidh al-Qarni
