Pikirkan dan Syukurilah!

====

Artinya, ingatlah setiap nikmat yang Allah

anugerahkan kepada Anda. Karena Dia telah

melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke

bawah kedua telapak kaki.

 

{Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu

tidak akan sanggup menghitungnya.}

(QS. Ibrahim: 34)

 

Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan,

udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita.

Namun begitulah, Anda memiliki dunia, tetapi tidak

pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan,

tetapi tak pernah mengetahuinya.

 

{Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir

dan batin.}

(QS. Luqmn: 20)

 

Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua

tangan dan dua kaki.

 

{Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu

dustakan? }

(QS. Ar-Rahmn: 13)

 

Apakah Anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua

kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali

menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus

tiada henti? Apakah Anda mengira bahwa berdiri

tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah,

sedang keduanya bias saja tidak kuat dan suatu

ketika patah?

 

Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala

tertidur lelap, ketika sanak saudara di sekitar

Anda masih banyak yang tidak bias tidur karena

sakit yang mengganggunya? Pernakah Anda merasa

nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan

minuman dingin saat masih banyak orang di sektiar

Anda yang tidak bias makan dan minum karena sakit?

 

Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran,

yang dengannya Allah menjauhkan Anda dari

ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata

Anda yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Anda

yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan

renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak Anda yang

selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang

menghinakan.

 

Adakah Anda ingin menukar mata Anda dengan emas

sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran Anda

seharga perak satu bukit? Apakah Anda mau membeli

istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah

Anda, hingga Anda bisu? Maukah Anda menukar kedua

tangan Anda dengan untaian mutiara, sementara

tangan Anda buntung?

 

Begitulah, sebenarnya Anda berada dalam kenikmatan

tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi Anda

tidak menyadarinya. Anda tetap merasa resah,

suntuk, sedih, dan gelisah, meskipun Anda masih

mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar

untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur

pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat.

 

Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada,

sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada.

Jiwa Anda masih terguncang hanya karena kerugian

materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya Anda

masih memegang kunci kebahagiaan, karunia,

kenikmatan, dan lain sebagainya. Maka pikirkan

semua itu, dan kemudian syukurilah!

 

{Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak

memperhatikan. }

(QS. Adz-Dzriyt: 21)

 

Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri,

keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan, dan apa

saja yang tersedia di sekeliling Anda. Dan

janganlah termasuk golongan di bawah ini.

 

 

{Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudia mereka

mengingkarinya. }

(QS. An-Nahl: 83)

Dikutip dari Buku :

La Tahzan!

Jangan Bersedih !

DR. Aidh al-Qarni

 

Bersujud Dikeheningan Malam

====

Saudaraku, Wahai hamba Allah, malam telah melewati setengahnya, siapa

diantara kalian yang telah introspeksi diri dan insaf untuk melakukan

ketaatan kepada Allah, siapa di antara kalian yang telah bangun di

malam ini dengan memenuhi hak-haknya? Siapa diantara kalian yang berkeinginan untuk membangun ruangan di surga sebelum pintunya di tutup ? Ingatlah bahwa umur kalian semakin berkurang, berbekallah dengan amal perbuatan. Sepertinya kalian telah mengabaikan hal itu. Semua amal baik akan mendapatkan balasan dan imbalan yang pantas. Apabila malam kalian tetap seperti ini, dari mana kalian akan mendapatkan imbalan dan balasan ?

Saudaraku, berhentilah dan introspeksilah dirimu dengan jujur katakan

kepada dirimu :

Sampai kapan aku akan terus bicara dan tidak berbuat.

Berapa kali aku memiliki keinginan dan tidak pernah aku laksanakan.

Betapa tercelanya kedua mataku, yang tidak berhenti dari kebodohan ini.

Betapa senang nafsuku, yang tidak mau menerima ketaatan.

Berapa kali ia hanya memberi alasan,-celakalah dia- dengan mengatakan

"seandainya", "akan", dan berapa kali engkau mengulurnya Berapa kali ia hanya memiliki angan-angan yang tidak pernah punah Lalu di lupakan, padahal kematian tidak pernah terlupakan, pasti akan datang.

( Al-Affani, Ruhban al-lail,II:471 )

Saudaraku, semoga Allah memberikan rahmat pada penyair yang mengatakan:

“Aduh, malam telah berlalu separohnya dan telah hilang Kemenangan masuk surga akan diberikan khusus kepada orang yang mengabdi. Orang yang lalai dan miskin akan mengeluh Seperti aku ini, celakalah kau wahai yang selalu menyanjung hal haram. Siapa yang tidak menanam pada waktu purnama Maka ia tidak akan terlihat menuai, kecuali hanya duka dan penyesalan Bahagialah orang yang menjadikan takwa sebagai dagangannya pada waktu malam, dan selalu berpegang pada tali Allah.

(Dari Bersujud Di Keheningan Malam, Muhammad Shalih Ali Abdillah Ishaq)

 

 

Muhasabah

===

"Wahai manusia !

Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi hidup bersuka ria.

Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi asyik mengumpulkan dan menumpuk harta.

Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.

Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani hidupnya dengan bersantai-santai.

Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.

Aku heran pada intelektual, yang bodoh dalam soal moral.

Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.

Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya.

Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi segala perilakunya tapi ia berbuat durjana.

Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu diminta pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tapi berharap belas kasih orang lain.

Sungguh.. tiada Tuhan kecuali Aku.. dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku.

Wahai manusia !

Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rejeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memujiKu. Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau lapang dada. Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.

Wahai manusia !

Setiap hari Aku mendatangkan rejeki untukmu. Sementara setiap malam malaikat datang kepadaKu dengan membawa catatan perbuatan jelekmu. Engkau makan dengan lahap rejekiKu, namun engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaKu. Aku kabulkan jika engkau memohon kepadaKu. KebaikanKu tak putus-putus mengalir untukmu. Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaKu tiada henti.

Akulah pelindung terbaik untukmu. Sedangkan engkau hamba terjelek bagiKu. Kau raup segala apa yang Kuberikan untukmu. Kututupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.

Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepadaKu. Engkau melupakan diriKu dan mengingat yang lain.

Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepadaKu engkau merasa aman-aman saja.

Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli."

Ikhwan fillah, bersujudlah dan bertaubatlah kepada allah SWT serta menangislah.

betapa banyak dosa yang telah kita perbuat selama ini.

lihatlah betapa banyak kelalaian yang telah kita lakukan selama ini.

"Ya Allah,

kami bukanlah hambaMu yang pantas memasuki surga firdausMu, tidak juga kami mampu akan siksa api nerakaMu, berilah hambaMu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami, sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun, Sang Maha Agung.

Ya Allah,

dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,

anugrahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,

umur kami berkurang setiap hari sedangkan dosa-dosa kami terus bertambah

adakah jalan upaya bagi kami.

Ya Allah,

hambaMu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu mengakui dosa-dosanya dan memohon kepadaMu,

ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan,

bila Engkau Campakkan kami,

kepada siapa dan kemana kami mesti berharap selain dariMu".

"Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu".

Imam Ali bin Abu Thalib RA

 

10 Sebab Doa Terhijab

====

> “Wahai Ibrahim Adham, kami telah

> berdoa kepada Allah, tetapi tidak

> diperkenankanNya lagi. Beritahulah

> kami apakah sebabnya?” Ibrahim Adham

> menjawab, terhijabnya doa disebabkan

> 10 perkara..”

> 

> 1) Kamu mengenali Allah tetapi

> tidak menunaikan hakNya (perintahNya).

> 

> 2) Kamu membaca al-Quran tetapi

> tidak beramal dengannya.

> 

> 3) Kamu mendakwa iblis itu musuh

> kamu tetapi kamu menurut hasutannya.

> 

> 4) Kamu mendakwa mencintai

> Rasulullah tetapi kamu meninggalkan

> amalan dan sunnahnya.

> 

> 5) Kamu mendakwa mencintai syurga

> tetapi kamu tidak beramal untuk

> mendapatkannya.

> 

> 6) Kamu mendakwa membenci neraka

> tetapi kamu tidak meninggalkan

> perbuatan dosa.

> 

> 7) Kamu mendakwa mati itu benar

> tetapi kamu tidak bersedia untuk

> menghadapinya.

> 

> 8) Kamu sibuk menceritakan

> keaiban orang lain tetapi kamu lupa

> keaiban diri sendiri.

> 

> 9) Kamu makan rezeki Allah tapi

> kamu tidak mensyukurinya.

> 

> 10) Kamu mengebumikan jenazah

> saudaramu tetapi kamu lupa mengambil

> ikhtibar daripadanya.

> 

> 

> Renung2kanlah....

 

Renungan Sebelum Makan

====

Rabu, 29 Juni 2005, 05:34 WIB

 

Untuk Renungan Bersama...

Pada suatu kesempatan seorang Doktor menceritakan wejangannya dengan membawa para hadirin memikirkan sejenak tentang adab makan Rasulullah saw yang patut kita ambil hikmah.

 

Berikut adalah antara intipati wejangannya secara ringkas:

1. Cara makan, kenapa kita gunakan tangan? Mengikut cara Rasulullah

S.A.W, beliau akan mencampurkan lauk dan nasi dengan tangan kanannya dan

kemudian membiarkan sebentar, lalu Rasullah saw akan mengambil

sedikit garam menggunakan jari kecilnya, lalu Rasullah saw akan menghisap garam itu. Kemudian barulah Rasulullah makan nasi dan lauknya.

Mengapa? Karena kedua belah tangan kita ada mengeluarkan 3 macam enzim,

tetapi konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yg kiri. Ini adalah

karena enzim yg ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang dapat menolong proses penghadaman (digestion), ia merupakan the first process of digestion.

 

Mengapa menghisap garam? Kerana garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita. Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dgn satu liter air mineral.

Kita berasal dari tanah maka lumrahnya manusia berasal dari bumi (tanah) inilah yg paling berkhasiat untuk kita.

Kenapa garam? Selain dari sebab ia adalah sumber mineral, garam juga adalah penawar yang paling mujarab bagi keracunan, mengikut Dokter di hospital-hospital, the first line of treatment for poisoning adalah dengan memberi Sodium Chloride, iaitu GARAM. Garam juga dapat menghalang sihir dan makhluk-makhluk halus yang ingin menggangu manusia ( katanya sih...tapi saya tidak percaya dengan tahayul )

 

2. Cara Rasulullah mengunyah - Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar perut kita senang memproses makanan itu.

 

3. Membaca Basmalah

(Bismillahirrahma Nirrahim). Membaca Basmalah sebelum makan untuk mengelakkan penyakit. Kerana bakteria dan racun ada membuat

perjanjian dengan Allah swt, apabila Basmalah dibaca maka bakteria dan racun akan musnah dari sumber makanan itu.

 

4. Cara Rasulullah minum :

Janganlah kita minum berdiri walaupun ia makruh tetapi ia makruh yang menghampiri kepada haram.

Jangan kita minum dari air yg besar dan kemungkinan orang lain juga akan meminum dari tempat yang sama, sehingga kita tidak memberi sisa air kita ke orang lain. Jangan bernafas sedang kita minum. Kerana apabila kita minum dari air yg

besar, lumrahnya kita akan meneguk air dan dalam proses minum itu, kita tentu akan bernafas dan menghembuskan nafas dari hidung kita. Karena apabila kita hembuskan nafas, kita akan mengeluarkan CO2 iaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dgn air H20, akan menjadi H2CO3, iaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acid. Jangan meniup

air yg panas, sebabnya sama diatas. Cara minum, seteguk bernafas, seteguk bernafas sehingga habis.

 

Mengapa Islam menyuruh mencambuk 100 kali orang belum menikah yang berzina, dan merajam sehingga mati org yg sudah berkahwin yang berzina?

 

Badan manusia akan mengeluarkan sel-sel darah putih atau antibiotik yg dapat melawan penyakit.

Dan sel-sel ini terdapat di daerah tulang belakang, berdekatan dengan sum-sum tulang manusia.

Lelaki yang belum menikah dia akan dapat mengeluarkan beribu-ribu sel ini, manakala lelaki yang sudah menikah hanya dapat menghasilkan 10 unit sel ini sehari, karena sebabnya ialah, karena sel-sel lain akan hilang karena hubungan suami isteri.

Jadi apabila lelaki yang belum menikah didapati salah karena zina hendaklah dicambuk 100 kali.

 

Ini adalah karena apabila dia dicambuk di belakangnya, suatu hukuman tentang kesakitan itu akan membuatkan penghasilan beribu sel antibiotik yang dapat melawan virus HIV jika ia ada di badannya, dengan itu dapatlah antibiotik melawan virus HIV itu.

 

Tetapi jika lelaki itu sudah menikah,walaupun dicambuk 100 kali ia akan tetap menghasilkan 10 unit antibodi saja, jadi dengan itu hukumannya dirajam hingga mati agar dia tidak dapat

merebakkan virus HIV itu.

Itulah sedikit banyak inti wejangan yg disampaikan oleh Dr Jamnul Azhar.

Mudah-mudahan ini akan memberi manfaat pada anda sekalian.

 

Surat Sayangku Dari ALLAH SWT

====

Saat kau bangun pagi hari,

AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara

kepada KU,

walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU

atau bersyukur kepada KU

atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam

hidupmu hari ini

atau kemarin......

 

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk

mempersiapkan diri untuk

pergi bekerja.......

AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap,

AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk

berhenti dan menyapaKU,

tetapi engkau terlalu sibuk.........

 

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama

lima belas menit

tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU Melihat

engkau menggerakkan

kakimu. AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU

tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi

seorang teman

untuk mendengarkan kabar terbaru.

 

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan

AKU menanti dengan sabar sepanjang hari.

Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau

terlalu sibuk

mengucapkan sesuatu kepadaKU.

 

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang

sekeliling,

mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU,

itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan

kepalamu.

 

Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu

dan melihat beberapa

temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan

lembut sebelum menyantap

rizki yang AKU berikan,

tetapi engkau tidak melakukannya.......

masih ada waktu yang tersisa

dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU,

meskipun saat engkau pulang kerumah kelihatannya

seakan-akan banyak

hal yang harus kau kerjakan.

 

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV,

engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari

didepannya,

tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara

yang ditampilkan.

Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau

menonton TV dan menikmati

makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara

kepadaKU.........

 

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.

Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,

kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa

sepatahpun namaKU, kau sebut.

Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.

 

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.

AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar

terhadap orang lain.

AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU

menantikan sepatah kata,

do’a, pikiran atau syukur dari hatimu.

 

Keesokan harinya...... engkau bangun kembali dan

kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari

ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk

menyapaKU........

Tapi yang KU tunggu........ tak kunjung tiba......

tak juga kau menyapaKU.

 

Subuh........ Dzuhur....... Ashyar..........

Magrib......... Isya dan Subuh kembali,

kau masih mengacuhkan AKU.....

tak ada sepatah kata, tak ada seucap do’a, dan tak

ada rasa,

tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud

kepadaKU ..........

 

Apa salahKU padamu...... wahai UmmatKU??

Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan,

harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan,

anak-anak yang KU rahmatkan, apakah hal itu tidak

membuatmu ingat

kepadaKU ............!!!!!!!

 

Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap

berharap suatu saat engkau akan menyapa KU,

memohon perlindungan KU, bersujud menghadap KU......

Yang selalu menyertaimu setiap saat........

 

 

Note: apakah kita memiliki cukup waktu untuk

mengirimkan surat ini

kepada orang2 yang kita sayangi???

Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun yang

kita terima

hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH semata

Bila Nggak Tahajjud

====

(Di suatu tempat di bumi Allah)

“Aku telah bersiap-siap sejak pukul 02.00 dini hari

Menanti kedatanganmu

Lama Kutunggu tapi mengapa kau tak bangun menemui-Ku ?”.

Sejenak aku terdiam

Sambil menahan tangis kupejamkan mata

Aku tertunduk malu

“Maafkan aku. Kumohon maafkan aku,” sambil bersimpuh aku menjawab.

“Tahukah engkau. Andai saja tadi malam engkau menemui-Ku, dan memohon apa saja keinginanmu, pasti Kukabulkan. Karena tadi malam, Aku datang bersama 7 langit dan 7 bumi, serta seluruh kunci perbendaharaan karunia yang Kupunyai.”

“Oh,” (aku menutupi wajah dengan kedua tangan)

Menyesali kesempatan sirna dari hadapan

Kuhirup nafas dalam-dalam

Ada titik embun dimataku

 

Lalu akupun bertanya, “Tuhanku, apakah yang kurasakan pagi ini adalah hukuman-Mu?”.

“Ya, seperti itulah dampaknya”.

Aku tidak mampu berkata-kata

Aku membisu lama

“Bagi hamba-hamba-Ku yang tidak tahajjud kuselipkan ruh hampa kedalam hatinya. Maka gersanglah hari-hari yang ia lalui”.

“Oh,” (aku terisak)

Daguku menempel di dada

Aku tertunduk lagi

“Bagi hamba-hamba-Ku yang tidak tahajjud, aku masukkan kesesakan ke dalam dadanya. Maka sempitlah hidup yang ia jalani”.

“Oh,” (aku semakin lunglai)

Air mataku semakin deras mengucur

“Bagi hamba-hambaku yang tidak tahajjud, aku jadikan wajahnya suram tanpa cahaya. Maka reduplah pancarannya”.

“Oh,” (aku pingsan)

“Bagi hamba-hambaku yang tidak tahajjud, aku hilangkan wibawanya. Maka lemahlah ia”.

(Sayup-sayup, suara itu masih kudengar)

“Lihatlah, betapa sayang-Ku padamu. Kuutus nyamuk guna membangunkan dari tidurmu. Tidak kau sadarikah hal itu?”

(Aku benar-benar pingsan)

Yogyakarta, 19 Juli 2002

NB : saya mohon maaf karena tidak bisa memberikan nama penulisnya, karena saya tidak tau.

 

Ternyata Allah pun CEMBURU....

====

. Tadi pagi..aku menelepon seseorang yang dulu pernah menjadi teman dalam suka dan duka. Seorang Ikhwan/ laki-laki  tentunya, sebut saja namanya “HANIF”. Dulu..dia adalah tempatku mengadu, CURHAT, mengkonsultasikan permasalahan yang aku hadapi. Jujur..aku sangat membanggakan dia..bersahaja, lembut, tenang, sederhana. Yang paling utama adalah….karena dia selalu bersedia untuk mendengarkan dengan sabar..memberikan penjelasan dan pandangan dengan dewasa..tanpa menyalahkan..apalagi menghakimi. Dia seperti kakak bagiku..mungkin lebih dari kakak kandungku sendiri.

Allah kemudian mentakdirkan dia menikah dengan seorang akhwat/ wanita. Jujur sebenarnya walaupun aku merasa Bahagia..disatu sisi aku merasa kehilangan orang yang begitu berharga bagiku. Kemudian kami pun berpisah karena pekerjaan. Ada rentang jarak tempat tinggal yang sangat jauh diantara kami…aku ditempatkan di Profinsi Lampung ….dan dia di Kalimantan…

     .  Saat ini aku mempunyai masalah yang sangat berat…dan aku ingin bercerita lagi kepadanya. Aku barusan menelepon dia lagi..untuk mengkonsultasikan permasalahan yang begitu mebebani jiwa ini. Dengan satu harapan..dia bersedia mendengarkan..kemudian memberikan nasihat…yang mendamaikan hati..seperti dulu sebelum dia menikah..sebelum jarak tempat tinggal memisahkan kami.…

       . Tapi....ah…...aku merasa…begitu kecewa.....semuanya tidak seperti yang aku harapan. Aku merasakan suaranya tidak lagi seramah dulu..perkataan yang  tiak sebermakna dulu..dia seperti tidak terlalu merespon akan perkataan yang aku sampaikan.  Sehingga rasanya aku seperti berbicara bukan dengan seseorang yang pernah aku anggap sebagai kakak kandungku sendiri.  Aku tidak kuasa untuk mengemukakan semua permasalahan yang ingin aku sampaikan..ketika mendengar respon yang tidak seperti dulu lagi. Akhirnya akupun mengakhiri pembicaraan..tanpa sempat mengemukakan permasalahanku.

Ya Rabb..mengapa orang yang dulu pernah aku banggakan..sebagai orang yang dulu aku anggap sebagai saudara, kakak,..kini telah berubah.  Seakan kini ada rentang jarak diantara kami. Dia dulu adalah tempat diri ini menggantungkan diri..menyampaikan segala beban permasalahan yang ada dalam jiwa ini.  Sampai detik ini aku masih sangat membutuhkan nasihat-nasihatnya yang tulus.

Ah.......mengapa bisa terjadi seperti ini?...

Dalam perenungan…seberkas cahaya kedamaian seakan merasuk dalam sanubariku ...."kini saatnya aku berusaha untuk mengambil HIKMAH dari semua ini..yach..HIKMAH". Ini barangkali hal yang coba harus aku tanamkan dalam jiwa ini. Pasti ada hikmah dibalik semua ini. Hikmah besar dari Allah SWT yang tentu untuk kebaikan diri ini.

Satu hal yang pasti,..Insya Allah dia masih tetap orang yang baik..dia masih saudaraku  yang baik..mungkin masalahnya bukan dari dia..tapi justru dari diriku sendiri..mungkin karena penurunan ruhani dan beban permasalahan dalam diri inilah yang kemudian aku merasa dia seperti menjauhiku.

 

Hikmah yang barang kali ingin Allah ajarkan pada diri ini adalah :

1. Ternyata Allah cemburu..ketika MAKHLUK yang diciptakannya...lebih menggantungkan diri...bersandar..pada makhluk yang diciptakannya juga...daripada menggantungkan diri & bersandar kepada-Nya.

2.   Supaya aku tidak lagi terbiasa menggantungkan diri ini pada orang lain…dan aku hanya boleh bersandar dan menggantungkan diri hanya kepada ALLAH SWT semata.

3.   Supaya aku bisa lebih dewasa..mandiri..berani menentukan dan mengambil sikap..tegas..tidak plin-plan..mantap dan berani dalam bertindak dan mengambil keputusan. Karena semua  itulah hal yang paling dibutuhkan dalam mengarungi hidup ini.

Ia......Insya Allah..aku akan berusaha menarik hikmah dari semua ini.

AKU  HARUS MEMPERBAIKI KUALITAS IBADAHKU…karena semua kegelisahan bersumber dari diriku sendiri. Sehingga ketika kualitas ibadah sudah semakin baik..diri akan semakin dekat dengan-Nya…yang pada akhirnya..kepasrahan atas takdir  Sang Maha Kuasa akan tertanam dalam Jiwa.  Kedamaian..Ketenangan akhirnya akan bersemayam dalam jiwa ini.

Semuanya memang  harus berawal dari TEKAD KUAT dalam diri ini,  untuk MEMPERBAIKI KUALITAS IBADAH dan KEDEKATAN pada-NYA. Jika ini belum berhasil dilakukan..percuma saja kita berkonsultasi pada orang lain..sesolih apapun dia..karena yang  memutuskan tetap lah diriku sendiri..dan jika yang  bermain adalah : EMOSI dan  NAFSU, …pasti semua pendapat orang lain…itu tidak akan bermakna apapun.

Ya Rabb….bimbinglah hambamu ini..tunjukilah hamba untuk tetap berada dalam jalan Mu yang lurus.  Aku berjanji pada-Mu…..mulai saat ini…aku hanya akan bersandar dan bergantung pada-Mu….bukan pada makhluk-Mu……

Hamba hanya ingin mendapat CINTA dari-Mu ya Rabb...dan hamba ingin menjadi makhluk...yang mendapat karunia cinta-Mu.....

Allahu Akbar.......      

 Logged 

--------------------------------------------------------------------------------

Ya Allah..Jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu..agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu...

 

10 Indikasi “gagal” Meraih Ramadhan

====

Bulan, minggu dan hari bergulir detik demi detik berlalu saat ini, kita bersama lagi dalam selaksa berkah di bulan suci nafas kita hari ini begitu mahal satu hembusanpun tak boleh terbuang sia-sia.

"Beberapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga…" (HR Bukhari dari Muslim) Hadits Rasulullah tersebut harusnya dapat membangkitkan kewaspadaan kita untuk menjauhi dan tidak terjerumus di dalamnya. Apalah artinya bila puasa hanya meninggalkan kering pada kerongkongan dan lapar di dalam perut ?

Kegagalan yang dimaksud tentu bukan klaim yang pasti. Itu memang hak Allah semata. Tapi setidaknya kita perlu berhitung dan memiliki neraca agar segenap amal ibadah kita bulan Ramadhan ini benar-benar berbobot, hingga kita bisa lulus dari Ramdhan menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Amiiin

Pertama,

Ketika kurang optimal melakukan "Warning up" dengan memperbanyak ibadah sunnah di bulan Sya’ban. Ibarat sebuah mesin, memperbanyak ibadah sunnah di bulan Sya’ban berfungsi pemanasan bagi ruhani dan fisik untuk memasuki bulan Ramadhan. Berpuasa sunah, memperbanyak ibadah, tilawah Qur’an sebelum Ramdhan, akan menjadikan suasana hati dan tubuh kondusif untuk pelaksanaan ibadah di bulan puasa

Kedua,

Ketika target membaca Al-Qur’an yang dirancangkan minimal satu kali khatam, tidak terpenuhi selama bulan Ramadhan. Dibulan ini pembacaan al-Qur’an merupakan bentuk ibadah tersendiri yang sangat dianjurkan.

Orang yang berpuasa di bulan ini sangat di anjurkan memiliki al-Qur’an yang lebih baik dari bulan-bulan selainnya. Kenapa minimal harus dapat menghatamkan 1 kali sepanjang bulan ini ? karena memang itu adalah target minimal pembacaan al-Qur’an yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. Ketika Abdullah bin Umar bertanya kepadanya, "Berapa lama sebaiknya seseorang menghatamkan al-Qur’an. Rasul menjawab, "Satu kali dalam satu bulan". Abdullah bin Umar mengatakan," Aku mampu untuk lebih lebih dari satu kali khatam dalam satu bulan." Rasul berkata lagi, "Kalau begitu, bacalah dalam satu pekan." Tapi Abdullah bin Umar masih mengatakan bahwa dirinya masih mampu membaca seluruh al-Qur’an lebih cepat dari satu pekan. Kemudian Rasul mengatakan ,"Kalau begitu, bacalah dalam tiga hari ".

Ketiga,

Ketika berpuasa tidak menghalangi sesorang dari menjaga mulut seperti membicarakan keburukan orang, mengeluarkan kata-kata kasar, membuka rahasia, mengadu domba, berdusta dan lain sebgainya.

Mulut merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sukar untuk dikendalikan namun nilainnya sangat mahal. Rasulullah berpesan, adakalanya kalimat buruk yang sering diucapkan oleh seseorang, tapi karena Allah tidak ridha dengan kalimat itu, orang tersebut dimasukan kedalam neraka (HR. Ahmad).

Keempat,

Ketika berpuasa tidak bisa menjadikan pelakunya berupaya memelihara mata dari melihat yang haram. Puasa yang tidak menambah pelakunya lebih memelihara mata dari yang haram, menjadikan puasa itu nyaris tak memiliki pengaruh apapun dalam perbaikan diri. Karenanya boleh jadi puasanya secara hukum sah, tapi substansi puasa itu tidak akan tercapai.

Kelima,

Ketika malam-malam Ramadhan tak ada bedanya dengan malam-malam selain Ramadhan, salah satu ciri khas malam bulan Ramadhan adalah Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam dengan shalat dan do’a-do’a tertentu. Ibadah shalat malam di bulan Ramadhan yang biasa disebut tarawih, merupakan amal ibadah khusus di bulan ini. Tanpa menghidupkan malam dengan ibadah tarawih, tentu seseorang akan kehilangan momentum berharga. Selain itu, di dalam shalat ini pula Rasulullah mengajurkan doa-doa khusus yang insya Alalh akan diijabah oleh Allah swt. Diantara do’a yang perlu diperbanyaki dalam shalat tarawih adalah," Allahuma inni as aluka ridhaka Wal jannah wa na’udzu bika min sakhotika wan naar". Ya Allah, aku mohon keridhaan-Mu dan surga-Mu dan Aku mohon perlindungan-Mu dari neraka-MU.."

Keenam,

Jika saat berbuka puasa menjadi saat melahap semua keinginan nafsunya yang tertahan sejak pagi hari hingga petang. Menjadikan saat berbuka sebagai kesempatan "balas dendam" dari upaya melawan hawa lapar dan haus selama siang hari. Bila terjadi seperti ini nilai puasa akan hilang. Puasa menjadi kecil tek bernilai dan lemah unsur pendidikannya ketika upaya menahan dan mnegendalikan nafsu itu hancur oleh pelampiasan nafsu yang dihempaskan pada saat berbuka puasa.

Ketujuh,

Ketika bulan Ramadhan tidak dioptimalkan untuk banyak berinfaq dan bersadaqah. Rasulullah seperti di gambarkan dalam sebuah hadits menjadi sosok yang paling murah dan darmawan di bulan Ramdhan, hingga kedermawanannya mengalahkan angin yang tertiup.

Kedelapan,

Ketika hari-hari menjelang Idul Fitri sibuk dengan persiapan lahir, tapi tidak sibuk dengan memasok perbekalan sebanyak-banyaknya pada 10 malam terakhir untuk memperbanyak ibadah. Lebih banyak berfikir untuk merayakan Idul Fitri dengan berbagai kesenangan, tapi melupakan suasana akan berpisah dengan bulan mulia tersebut.

Rasulullah dan para sahabatnya memperbanyak beribadah berdzikir dan berupaya meraih keutamaan malam seribu bulan, saat diturunkannya al-Qur’an.

Pada detik-detik terakhir menjelang usainya Ramadhan mereka merasakan kesedihan mendalam karena harus berpisah dengan bulan mulia itu. Sebagian mereka bahkan menangisi karena akan berpisah dengan bulan mulia. Adajuga yang berguman jika mereka dapat meresakan Ramadhan sepanjang tahun.

Kesembilan,

Ketika Idul Fitri dan selanjutnya dirayakan laksana hari "merdeka" dari penjara untuk kembali melakukan berbagai penyimpangan. Fenomena ini sebenarnya hanya akibat pelaksaan puasa yang tak sesuai dengan adabnya. Orang yang berpuasa dengan baik tentu tidak akan menyikapi Ramadhan sebagai pengengkang.

Kesepuluh,

Setelah Ramadhan, nyaris tidak ada ibadah yang ditindaklanjuti pada bulan-bulan selanjutnya. Misalnya memelihara kesinambungan puasa sunnah, shalat malam, membaca Al-Qur’an. Amal-amal satu bulan Ramadhan, adalah bekal pasokan agar ruhani dan keimanan seseorang meningkat untuk menghadapi sebelas bulan setelahnya. Namun orang akan gagal meraih keutamaan Ramadhan, saat ia tidak berupaya menghidupkan amal-amal ibadah yang pernah ia jalankan dalam satu bulan itu. Wallahu a’lam busahawab.

Dikutip : dari majalah Tarbawi edisi Ramadhan

 

TENTANG SALAM KITA

====

"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan,

maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu."

(QS An-Nisaa’: 86)

Saya kerap kali membaca SMS yang salam pembukanya ditulis “Ass”.

Dan sering juga saya mendapatkan salam penutup “Wass". Entahlah apakah saya saja yang merasa nelangsa dan merasa diacuhkan dengan salam seperti itu. Seakan ditinggal pergi buru-buru oleh si pemberi salam. Benarkah dia memberi salam ataukah empat huruf itu hanyalah suara yang mirip salam? Tidakkah terpikir untuk menambah empat huruf lagi hingga salam penutup itu mempunyai makna?

Hal ini memang sederhana dan terkadang disepeleken oleh sebagian orang. Tapi, tahukah anda? Bahwasannya karena hal-hal yang sederhana seperti inilah Rasulullah SAW bisa melunakkan hati yang keras para musyrikin Quraisy. Mulai dari cara menyisir rambut, menyediakan tempat sampah di depan rumah, memberi salam pada anak-anak, makan menggunakan tangan kanan, sampai perintah untuk menanam pohon.

â—Źâ—Źâ—Ź

Pernah sahabat Rasulullah, Umar bin Khatab mengadukan Ali bin Abi Thalib kepada Rasulullah. "Ya, Rasulullah, Ali bin Abi Thalib tidak pernah memulai mengucapkan salam kepadaku..." Rasulullah lalu menanyakan hal itu kepada Ali bin Abi Thalib. Ali bin Abi Thalib membenarkan pengaduan Umar bin Khatab itu. "Ya, Rasulullah, itu kulakukan karena aku ingin supaya Umar bisa mendapatkan istana di Surga! Seperti yang disabdakan olehmu, ya Rasulullah. Bahwa siapa yang mendahului saudaranya mengucapkan salam, Allah akan mendirikan istana baginya di Surga."

Bayangkan dengan memberi salam kita bisa membangun istana di Surga. Dengan salam,

hati-hati kita terikat untuk saling mencintai. Kenapa kita tidak bersegera menebar salam

kepada sahabat, handai taulan, keluarga dan saudara-saudara kita seiman?

 

Sabda Rasulullah, "Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian." (HR Muslim)

â—Źâ—Źâ—Ź

Saya sangat yakin, sebenarnya kita telah mengetahui hal ini dengan sangat jelas, karenanya semoga saja Allah memberikan kita Inayah untuk tetap beramal dengan benar.

Saya yakin ucapan salam yang diketik dengan lengkap tidak akan membuat pulsa kita dengan sendirinya menjadi habis, atau ucapan salam tidak akan membuat suara kita parau. Bahkan sebaliknya ucapan salam akan memberikan kebaikan tersendiri untuk diri kita, karena hakikatnya salam adalah doa, doa yang diucapkan untuk saudaranya seakidah, "Semoga Allah memberi keselamatan padamu."

 

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

  *)Ass, dalam bahasa Inggris berarti Keledai atau orang bodoh

 

Belajar dari seorang tukang parkir

====

 

Menjelang libur lebaran biasanya kantorku disibukkan dengan rutinitas bulanan. Karena aku bagian administrasi maka aku membereskan semuanya sebelum libur tiba, diantaranya bayar pajak PPN. Tak sengaja ketika di bank aku ketemu konsultan pajak, akhirnya aku diajak pulang bareng dengan beliau. Ketika mobil sudah jalan konsultan tersebut minta ijin padaku tuk mampir sebentar di salah satu bank swasta untuk menukarkan uang kecil buat bagi-bagi angpau di kampung katanya. Aku manut aja tapi aku nunggu di mobil tidak ikut ke dalam. Pas aku lagi asyik2nya nunggu sambil dengerin radio dari hand phoneku aku perhatikan seorang tukang parkir paruh baya yang berada di depan bank tersebut. Ku perhatikan oh…ternyata pekerjaan tukang parkir itu sungguh mulia yah…tapi kenapa masih aja ada sebagian orang yang mencibirnya.

Coba bayangkan bila tidak ada tukang parkir pasti banyak kendaraan yang parkir sembarangan (ternyata bukan sampah aja yang bisa sembarangan he..he..) dan tentunya tidak sedap dipandang mata. Bersyukurlah! dengan adanya tukang parkir, kendaraan jadi tertata rapi karena beliaulah yang membantu mengaturnya. Yah mungkin penghasilan yang diterima enggak seberapa alias ala kadarnya. Namun dari sinilah kita bisa belajar banyak hal dari beliau. Berapapun yang diberikan pemilik kendaraan beliau terima dengan legowo, beliau tidak mematok harga harus segini atau segitu.

Pelajaran yang kita dapat diantaranya:

ü  Keikhlasan

      Berapapun rejeki yang diberikan oleh Alloh lewat pemilik kendaraan beliau terima dengan ikhlas, bahkan ada juga yang kadang lupa atau sengaja tak memberikan uang jasa parkir tersebut.

 

ü  Hidup Rapih

Kita lihat dengan adanya tukang parkir maka kendaraan jadi tertata rapih. Oh seandainya kita bisa hidup rapih dalam segala hal tentunya kita bisa belajar disiplin toh.

 

ü  Amanah

Salah satu sifat yang dimiliki nabi SAW ini jarang banget orang yang mau mengamalkannya, kita lihat di negeri ini masih banyak korupsi. Coba lihat tukang parkir, beliau menjaga kendaraan yang diparkir oleh beliau.

  

ü  Tanggungjawab

Dari beliau kita juga bisa belajar apa artinya tanggungjawab, karena beliaulah yang bertanggungjawab atas semua kendaraan yang diparkir.

 

ü  Adil

Kenapa kita tidak belajar sifat ini dari beliau? Kita lihat sungguh berat beliau diamanahi beragam kendaraan dari kendaraan yang biasa-biasa aja sampai kendaraan yang bermerek/mahal beliau perlakukan sama.

 

ü  Tidak iri, dengki

Tak pernah terdetik sedikitpun dalam hati beliau rasa iri, dengki untuk memiliki kendaraan yang diparkir oleh beliau sekalipun kendaraan itu mahal harganya.

 

Subhanalloh….ternyata pekerjaan tukang parkir itu sungguh mulia yah…banyak pelajaran yang kita dapat dari beliau untuk bekal kita hidup di dunia. Alhamdulillah ya Rabb telah engkau buka mata hatiku untuk belajar dari seorang tukar parkir…   

 

Ujung, 09 September 2009

 

Siapakah?

====

Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan
waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan
seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.  Maka sempatkanlah bagimu untuk beribadah... ......... .dan bersegeralah!

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa Musibah lalu dia berucap "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Kemudian  berkata,"Ya Rabb, Aku ridho dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyu-man. Maka berbaik hatilah dan bersabar.... .......

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan Tidak lupa akan kenikmatan dunia yang
sementara ini. Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau
terima dan berbagilah.. ....

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan
nikmat yang ada Selalu menumpuk-numpukkan harta. Maka janganlah kau menjadi kikir juga dengki...... ...

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia
pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat
dan amal-amal kebaikan.
Maka hargailah waktumu dan bersegeralah. ......... ..

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai
akhlak yang baik. Maka peliharalah akhlakmu dari dosa
dan noda........ .....

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah
orang yang mati Membawa amal-amal kebaikan dimana
kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu....... ...

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi
dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang
yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu
kuburnya menghimpitnya. Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia....... ...

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang
menghuni syurga Kelak, karena telah menggunakan akal
sewaktu di dunia untuk menghindari Siksa neraka. Maka
peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal
mungkin. Untuk mengharap ridho-Nya... .......

Siapakah org yg PELIT ?
Orang yg pelit ialah org yg membiarkan atau membuang
email ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.
Maka sampaikanlah kepada yang lain sedikit berita
gembira ini selagi sempat, karena tiada ruginya bagimu......

10 Ciri Orang yang Berpikir Positif

====

Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya
pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu
berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran
positiflah yang ’beredar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh
karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang
berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.

 1. Melihat masalah sebagai tantangan
 Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup
 yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.

 2. Menikmati hidupnya
 Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan
 besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup
 yang lebih baik.

 3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
 Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat
 segala sesuatu lebih baik.

 4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas
 di benak
 ’Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan
 singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa
 menimbulkan masalah.

 5. Mensyukuri apa yang dimilikinya
 Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya

 6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
 Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu,
 mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang
 dijauhi si pemikir positif.

 7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan
 Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka
 ini jelas bukan penganutnya.

 8. Menggunakan bahasa positif
 Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti Masalah
 itu pasti akan terselesaikan, dan Dia memang berbakat.

 9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
 Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan
 gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara
 dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ’hidup’.

 10. Peduli pada citra diri
 Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi
 juga di dalam.

PILIHAN?

====

“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syams 91:8-10)

 

Pilihan, mungkin itulah kata yang secara sederhana yang bisa mewakili ayat diatas. Allah SWT telah memberikan kepada manusia kesempatan untuk memilih. Memilih antara kebaikan dan keburukan. Tapi, ingat! Semua pilihan ada konsekuensinya dan juga imbalannya.

 

Konsekuensi keburukan adalah keburukan pula. Dan hal ini benar-benar terbukti. Misal, lebih dari setengah korban pelecehan seksual adalah para kaum hawa yang belum mau atau bahkan tidak mau menutup aurat mereka dengan berbagai alasan. Atau contoh lain adalah bahwa lebih setengah dari pelaku pembuat ‘Film Asusila’ adalah mereka yang berpacaran. Hasilnya pun sudah bisa ditebak, mereka diasingkan dan dianggap orang yang tidak baik oleh masyarakat. Dan ingat, hal yang terburuk dari konsekuensi perbuatan buruk adalah ‘NERAKA!’.

 

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. Untuk para pemilih kebaikan, maka ada kebaikan yang akan mengiringi, insyaallah. Dan ingat, hal yang terbaik dari konsekuensi perbuatan baik adalah ‘SURGA’ dan perjumpaan dengan Allah SWT.

 

“Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).” (QS. Al Maidah:85)

 

Mulai saat ini wahai kawan mohonlah pertolongan Allah SWT untuk memilih.

Semuanya tergantung pada diri kita. Dan akhirnya, selamat memilih!

 

Semoga bermanfaat.