Kewajiban seorang istri terhadap suami

 

 

 

 

Bicara tentang kewajiban seorang istri terhadap suami antara lain:

 

 

1)     Harus menghargai dan menerima pemberian suami.

Seorang istri wajib menerima pemberian dengan senang hati, meski pemberian itu kurang berkenan dihatinya. Rasulullah SAW bersabda, “Perempuan (istri) yang menyusahkan suaminya dalam urusan nafkah atau membebani suaminya padahal ia tidak mampu, Allah tidak akan menerima amalnya”.

 

2)     Menjaga kehormatan diri dan harta suami.

Inilah istri yang saleh, ia juga tidak akan meninggalkan rumah tanpa izin suami. Sabda Rasulullah SAW, “Perempuan (istri) adalah pemimpin di rumah suaminya dan bakal ditanya tentang kepemimpinannya itu serta tentang harta suaminya.” (HR. Bukhari-Muslim).

 

3)     Menyenangkan hati suami.

Untuk itu Rasulullah menganjurkan agar para istri berdandan dihadapan suaminya. “Sebaik-baiknya perempuan (istri) ialah yang menyenangkanmu jika engkau memandangnya.” (HR. Tabrani). Sangat mudah bagi istri untuk bisa merawat dan mempercantik diri. Selain bersalon, lebih utama lagi adalah dengan memanfaatkan air wudhu, insya Allah akan diberikan kecantikan alami plus cahaya Allah.

 

4)     Melayani suami dengan baik.

Pekerjaan mengatur rumah dan segala isinya adalah tugas istri termasuk juga melayani suami selama istri mampu melakukannya. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhannya, hendaknya si istri mendatanginya meski ia sedang berada di dapur.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

 

5)     Taat dan patuh kepada suami.

Inilah kewajiban paling utama seorang istri. Rasulullah bersabda, “Sebaik-baiknya istri ialah jika memandangnya kamu akan terhibur. Jika kamu menyuruhnya, ia akan menurut patuh. Jika kamu memintanya melakukan sesuatu, ia memenuhinya dengan baik, dan jika kamu bepergian, ia menjaga dirinya dan harta bendamu.” (HR. Nasa’i). Saat terjadi pertengkaran pun, istri harus tetap hormat kepada suami. Namun, perlu diingat, kewajiban akan gugur jika suami menyuruhnya untuk bermaksiat kepada Allah.

 

Demikianlah berbagai kewajiban istri kepada suami menurut kacamata agama. Istri juga harus bisa beraktualisasi. Berdoalah kepada Allah agar senantiasa diberikan ilmu yang bermanfaat, terutama ilmu menjadi seorang istri salehah sebagai calon penghuni surge-Nya.

 

Sumber: Ust. Aa Hadi

 

NB: ehm…Ya Rabbi kapan giliranku tiba? rasanya dah ga sabar tuk mengaplikasikan ilmu ini…

 

 


Tetap update tulisan dari Aslamiyah di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!

 Share ke Facebook

Posted in . 2 Comment »


2 Response to Kewajiban seorang istri terhadap suami

  1. akhwat Says:

    waalaykum salam...
    subhanalloh islam mengjrkn "wasawirhum" (bermusyawarah). sdhkah ukti istiharoh? sdkh ukhti musyawarahkn dg suami? dg mertua? pa tanggapn mrka? jk tdk jln kluar cri org ketiga yg bs mmbntu ukhti mis: guru ngaji/saudara yg dpt mmbntu mslh ukhti... yg sbar yah sesungguhnya Alloh bsrta org2 sabar.... ttplah istiharoh minta ptunjuknya agr sgra dibri jln kluarnya... amin...

  2. sicha Says:

    ass,,,,,saya seorang istri yang tinggal di rumah suami,,,tapi bergabung sama mertua juga,,,,,sering sekali bertengkar karna masalah ketidak adilan (menurut saya) karena terbaginya perhatian,,kasih sayang,,dan juga harta,,,
    saya ingin sekali hidup terpisah dgn keluarganya(walau ga keluar kota,tp jauh sdikit az.)tp tdk memungkinkan lgi,,agar 100% perhatian n kasih sayangnya buat saya dan anak saja)..bagaimana solusinya ya,,,trimakash

Leave a Reply